Selasa, 29 Oktober 2013

Koperasi sebagai soko guru





MENGAPA KOPERASI SEBAGAI SOKOGURU?
            UUD 1945 pasal 33 memandang koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional, yang kemudian semakin dipertegas dalam pasal 4 UU No. 25 tahun 1992 tentang  perkoperasian. Menurut M. Hatta sebagai pelopor pasal 33 UUD 1945 tersebut, koperasi dijadikan sebagai sokoguru perekonomian nasional karena:
1) Koperasi mendidik sikap self-helping.
2) Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, di mana kepentingan masyarakat harus  lebih diutamakan daripada kepentingan dri atau golongan sendiri.
3) Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya asli bangsa Indonesia.
4) Koperasi menentang segala paham yang berbau individualisme dan kapitalisme.
Ada 9 asas pembangunan nasional yang harus diperhatikan dalam setiap pelaksanaan pembangunan (GBHN, 1988) yaitu:
1) Asas Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral dan etika dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.
2) Asas Manfaat, bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanusiaan, bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga negara serta mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa dan P elestarian fungsi lingkungan hidup dalam rangka pembangunan yang       berkesinambungan dan berkelanjutan.
3) Asas Demokrasi Pancasila, bahwa upaya mencapai tujuan pembangunan nasional yang meliputi seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dilakukan dengan semangat kekeluargaan yang bercirikan kebersamaan, gotong-royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat.
4) Asas Adil dan Merata, bahwa pembangunan nasional yang diselenggarakan sebagai usaha bersama harus merata di semua lapisan masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
5) Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan,bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu keseimbangan, keserasian, keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, jiwa dan raga, individu, masyarakat dana negara, dan lain-lain.
6) Asas Kesadaran Hukum, bahwa dalam pembangunan nasional setiap warga     negara dan penyelenggara negara harus taat pada hukum yang berintikan keadilan dan kebenaran, serta negara diwajibkan untuk menegakkan dan menjamin kepastian hukum.
7)  Asas Kemandirian, bahwa dalam pembangunan nasional harus berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.
8) Asas Kejuangan, bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan nasional, penyelenggaraan negara dan masyarakat harus memiliki mental, tekad, jiwa dan semangat pengabdian serta ketaatan dan disiplin yang tinggi dengan lebih     mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi/golongan.
9) Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dalam pembangunan nasional dapat   memberikan kesejahteraan lahir batin yang setinggi-tingginya,penyelenggaraannya perlu menerapakan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan tekonologi secara seksam dan bertanggung jawab dengan memperhatikan   nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menyatakan sampai saat ini koperasi belum menjadi soko guru perekonomian nasional apalagi diperhitungkan sebagai pelaku ekonomi yang penting seperti BUMN dan perusahaan swasta.

"Mewujudkan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional rasanya masih tetap sebagai slogan atau jargon saja," kata Ketua Majelis Pakar Dekopin Teguh Boediyana di Jakarta, Selasa.

Padahal pada 12 Juli 2013, Indonesia akan memperingati hari ulang tahun ke-66 koperasi, tetapi tetap saja semangat berkoperasi hanya terjadi pada saat peringatan hari koperasi setiap 12 Juli.

Padahal, kata dia, sejak era Orde Baru peringatan hari koperasi hampir selalu dihadiri oleh presiden atau wakil presiden sebagai pemimpin tertinggi negara.

"Kehadiran pemimpin tertinggi harusnya membuat pemerintah sadar pada eksistensi koperasi," katanya.

Namun, nyatanya saat ini bahkan koperasi semakin terlihat termarginalisasi dan terpinggirkan,

"Banyak faktor yang menyebabkan wadah koperasi semakin pudar. Salah satunya kurangnya komitmen pemerintah untuk memberdayakan koperasi," katanya.

Ia berpendapat keberadaan Kementerian Koperasi dan UKM atau pun  UU Nomor 17/2012 tentang perkoperasian bukanlah hal yang esensial sebagai wujud komitmen pemerintah pada koperasi.

Hal yang lebih penting, kata Teguh, justru komitmen para pemegang otoritas di negara kita termasuk presiden, menteri, dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk memberdayakan koperasi di semua sektor kegiatan ekonomi dan sosial.

"Secara kasat mata kita melihat adanya egosektoral dan ketidaksamaan persepsi tentang pentingnya wadah koperasi sebagai instrumen untuk mewujudkan demokrasi ekonomi di berbagai kementerian," katanya.(H016/I007)


Sumber referensi  : http://www.antaratv.com/berita/384418/dekopin-koperasi-belum-menjadi-soko-guru-perekonomian

Selasa, 22 Oktober 2013

Mengapa windows 8 kurang sukses

Pengguna windows 8 menunjukan kekecewaan mereka terhadap produk baru keluaran microsoft tersebut . Bukan tanpa alasan , mereka mempunyai berbagai macam pernyataan yang menunjukan bahwa windows 8 mempunyai banyak kekurangan . Kekurangan windows 8 di antara lain:
  1. User disulitkan karena tidak adanya tombol start pada windows 8
  2. Pengoperasian windows 8 cukup sulit dibandingkan dengan windows versi versi sebelumnya
Karena hal tersebut microsoft menyalahkan produsen PC . Berikut seperti yang dilansir merdeka.com
Merdeka.com - style="text-align: left;">Tidak begitu suksesnya Windows 8 di pasaran membuat kecewa Microsoft selaku pembuatnya. Perusahaan ini menyalahkan perusahaan pembuat perangkat atas turunnya penjualan Windows 8.

Seperti yang dilansir Win Super Site (16/11), Microsoft menyalahkan produsen PC dan perangkat lain yang menggunakan operating system mereka terbaru tersebut atas tidak begitu suksesnya Windows 8 di pasaran. Microsoft juga menambahkan bahwa produsen PC dan perangkat sejenis tidak mempunyai kemampuan dalam hal pemasaran.

Tentu saja, apa yang diungkapkan Microsoft terasa lucu karena melimpahkan hasil negatif penjualan Windows 8 ke pihak lain tanpa mengevaluasi terlebih dahulu apa yang menjadikan operating system tersebut tidak begitu diminati pasar.

Apabila, Microsoft secara arogan menyebut salah satu penyebab tidak begitu suksesnya Windows 8 di pasaran karena produsen PC, maka secara perlahan nantinya banyak perusahaan enggan menggunakan produk mereka lagi.

Sumber : http://www.merdeka.com/teknologi/windows-8-tidak-begitu-laku-microsoft-salahkan-produsen-pc.html

Windows 8.1

Dalam post saya sebelum sebelumnya , saya menunjukan cara untuk upgrade ke windows 8 tapi
ternyata windows 8 tidak berjalan dengan baik / tidak memuaskan , oleh karena itu microsoft mengeluarkan versi baru yaitu windows 8.1 . Berikut adalah cara untuk mengupgrade ke windows 8.1
Perubahan terbesar pada Windows 8.1 ini dengan munculnya kembali tombol Start pada sisi kiri bawah. Nah kalau kamu penasaran ingin menjajal OS baru ini, berikut cara melakukan upgrade ke Windows 8.1 bagi pengguna Windows 8.
Bagi pengguna Windows 8, kamu bisa mengunduh Windows 8.1 secara gratis dari toko aplikasi Windows Store. Sebelum mengunduh, sebaiknya kamu memiliki ruang penyimpanan data hingga 4 GB. Selain itu pastikan kamu sudah back up dokumen-dokumen penting.
Dilansir dari phonearena, perangkat lunak yang sudah terpasang di Windows 8 tidak terhapus jika pengguna melakukan upgrade ke Windows 8.1. Jika hal tersebut telah siap, maka masuklah ke toko aplikasi Windows Store. Pilih menu Charms, lalu Settings, klik Your Account, dan Sign in. Anda tinggal memilih Update to Windows 8.1 for free.
Jika opsi tak tersedia, mak sebaiknya memperbaharui Windows Patch. Caranya kembali ke menu Start, masuk ke bar Charms, kemudian setting, Change PC settings, dan klik Windows Update. Cek semua update yang tersedia dan install semuanya. Setelah itu harus melakukan restart.
Nah, jika kamu telah melakukan semua langkah tersebut, tetapi belum ada pilihan upgrade ke Windows 8.1, maka kamu harus bersabar sejenak. Karena ada kemungkinan Microsoft memberikan upgrade Windows 8.1 secara bertahap dalam waktu yang berbeda untuk penggunanya.

Sumber referensi : http://tekno.kompas.com/read/2013/10/18/1326071/Bagaimana.Cara.Upgrade.ke.Windows.8.1.

Jumat, 04 Oktober 2013

sejarah perkembangan koperasi di indonesia dan dunia




Pertumbuhan koperasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1896 (Ahmed
1964, h. 57) yang selanjutnya berkembang dari waktu ke waktu sampai
sekarang. Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang naik
dan turun dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang
berbeda-beda dari waktu ke waktu sesuai dengan iklim lingkungannya.
Jikalau pertumbuhan koperasi yang pertama di Indonesia menekankan pada
kegiatan simpan-pinjam (Soedjono 1983, h.7) maka selanjutnya tumbuh pula
koperasi yang menekankan pada kegiatan penyediaan barang-barang
konsumsi dan dan kemudian koperasi yang menekankan pada kegiatan
penyediaan barang-barang untuk keperluan produksi. Perkembangan
koperasi dari berbagai jenis kegiatan usaha tersebut selanjutnya ada
kecenderungan menuju kepada suatu bentuk koperasi yang memiliki
beberapa jenis kegiatan usaha. Koperasi serba usaha ini mengambil
langkah-langkah kegiatan usaha yang paling mudah mereka kerjakan terlebih
dulu, seperti kegiatan penyediaan barang-barang keperluan produksi
bersama-sama dengan kegiatan simpan-pinjam ataupun kegiatan
penyediaan barang-barang keperluan konsumsi bersama-sama dengan
kegiatan simpan-pinjam dan sebagainya (Masngudi 1989, h. 1-2).
Pertumbuhan koperasi di Indonesia dipelopori oleh R. Aria Wiriatmadja patih
di Purwokerto (1896), mendirikan koperasi yang bergerak dibidang simpanpinjam.
Untuk memodali koperasi simpan- pinjam tersebut di samping
banyak menggunakan uangnya sendiri, beliau juga menggunakan kas mesjid
yang dipegangnya (Djojohadikoesoemo, 1940, h 9). Setelah beliau
mengetahui bahwa hal tersebut tidak boleh, maka uang kas mesjid telah
dikembalikan secara utuh pada posisi yang sebenarnya.
Kegiatan R Aria Wiriatmadja dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf
Van Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas. Ketika
ia cuti ke Eropa dipelajarinya cara kerja wolksbank secara Raiffeisen
(koperasi simpan-pinjam untuk kaum tani) dan Schulze-Delitzsch (koperasi simpan-pinjam untuk kaum buruh di kota) di Jerman. Setelah ia kembali dari
cuti melailah ia mengembangkan koperasi simpan-pinjam sebagaimana telah
dirintis oleh R. Aria Wiriatmadja . Dalam hubungan ini kegiatan simpanpinjam
yang dapat berkembang ialah model koperasi simpan-pinjam lumbung
dan modal untuk itu diambil dari zakat.
Selanjutnya Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908
menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. Demikian
pula Sarikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi
yang bergerak di bidang keperluan sehari-hari dengan cara membuka tokotoko
koperasi. Perkembangan yang pesat dibidang perkoperasian di
Indonesia yang menyatu dengan kekuatan social dan politik menimbulkan
kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda. Oleh karenanya Pemerintah Hindia
Belanda ingin mengaturnya tetapi dalam kenyataan lebih cenderung menjadi
suatu penghalang atau penghambat perkembangan koperasi. Dalam
hubungan ini pada tahun 1915 diterbitkan Ketetapan Raja no. 431 yang berisi
antara lain :
a. Akte pendirian koperasi dibuat secara notariil;
b. Akte pendirian harus dibuat dalam Bahasa Belanda;
c. Harus mendapat ijin dari Gubernur Jenderal;
dan di samping itu diperlukan biaya meterai f 50.
Pada akhir Rajab 1336H atau 1918 K.H. Hasyim Asy’ari Tebuireng
Jombang mendirikan koperasi yang dinamakan “Syirkatul Inan” atau disingkat
(SKN) yang beranggotakan 45 orang. Ketua dan sekaligus sebagai manager
adalah K.H. Hasyim Asy ‘ari. Sekretaris I dan II adalah K.H. Bishri dan Haji
Manshur. Sedangkan bendahara Syeikh Abdul WAhab Tambakberas di
mana branndkas dilengkapi dengan 5 macam kunci yang dipegang oleh 5
anggota. Mereka bertekad, dengan kelahiran koperasi ini unntuk dijadikan
periode “nahdlatuttijar” . Proses permohonan badan hukum direncanakan
akan diajukan setelah antara 2 sampai dengan 3 tahun berdiri.
Berbagai ketentuan dan persyaratan sebagaimana dalam ketetapan
Raja no 431/1915 tersebut dirasakan sangat memberatkan persyaratan berdiriya koperasi. Dengan demikian praktis peraturan tersebut dapat
dipandang sebagai suatu penghalang bagi pertumbuhan koperasi di
Indonesia, yang mengundang berbagai reaksi. Oleh karenanya maka pada
tahun 1920 dibentuk suatu ‘Komisi Koperasi’ yang dipimpin oleh DR. J.H.
Boeke yang diberi tugas neneliti sampai sejauh mana keperluan penduduk
Bumi Putera untuk berkoperasi.
Menurut Robert  l heiboner  ada 3 cara bagi masyarakat untuk memecahkan masalah ekonomi yang mereka hadapi yaitu cara :
1.       Mengorgnisir masyarakat menurut tradisi
2.       Mengorganisir masyarakat dengan komando
3.       Mengoganisir mjasyarakat menurut pasar
Pada akhir 1980-an koperasi dunia mulai gelisah dengan proses globalisasi dan liberalisasi ekonomi dimana-mana, sehingga berbagai langkah pengkajian ulang kekuatan koperasi dilakukan. Hingga tahun 1992 Kongres ICA di Tokyo melalui pidato Presiden ICA (Lars Marcus) masih melihat perlunya koperasi melihat pengalaman swasta, bahkan laporan Sven Akheberg menganjurkan agar koperasi mengikuti layaknya “private enterprise”. Namun dalam perdebatan Tokyo melahirkan kesepakatan untuk mendalami kembali semangat koperasi dan mencari kekuatan gerakan koperasi serta kembali kepada sebab di dirikannya koperasi. Sepuluh tahun kemudian Presiden ICA saat ini Roberto Barberini menyatakan koperasi harus hidup dalam suasana untuk mendapatkan perlakuan yang sama “equal treatment” sehingga apa yang dapat dikerjakan oleh perusahaan lain juga harus terbuka bagi koperasi (ICA, 2002). Koperasi kuat karena menganut “established for last”.


Pada akhir 1980-an koperasi dunia mulai gelisah dengan proses globalisasi dan liberalisasi ekonomi dimana-mana, sehingga berbagai langkah pengkajian ulang kekuatan koperasi dilakukan. Hingga tahun 1992 Kongres ICA di Tokyo melalui pidato Presiden ICA (Lars Marcus) masih melihat perlunya koperasi melihat pengalaman swasta, bahkan laporan Sven Akheberg menganjurkan agar koperasi mengikuti layaknya “private enterprise”. Namun dalam perdebatan Tokyo melahirkan kesepakatan untuk mendalami kembali semangat koperasi dan mencari kekuatan gerakan koperasi serta kembali kepada sebab di dirikannya koperasi. Sepuluh tahun kemudian Presiden ICA saat ini Roberto Barberini menyatakan koperasi harus hidup dalam suasana untuk mendapatkan perlakuan yang sama “equal treatment” sehingga apa yang dapat dikerjakan oleh perusahaan lain juga harus terbuka bagi koperasi (ICA, 2002). Koperasi kuat karena menganut “established for last”.



Sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

Kamis, 27 Juni 2013

Upgrade to windows 8 !

Step 1 Preparation
Please run Windows Update first before install the upgrade. (This step will require a connection to the Internet)
1.1 Press Start    → All Programs. When the program list shows, find “Windows Update” and click to execute.

1.2 Click “Check for updates” to download the necessary updates.

1.3 Windows Update is checking updates…

1.4 Install updates for your system.

1.5 Some of the updates will require you to restart the computer. Please follow the instruction and re-start your computer. Repeat step 1.1-1.4 to obtain all essential updates until no new important updates are available.

 
Step 2 Installing Windows 8
2.1 Upgrade option only works by Microsoft Windows 8 upgrade plan. Please confirm your current Microsoft Windows 7 version. If you are not sure, you can click “Start → Control → Panel → System” to see your current Microsoft Windows system. Besides that, you will also need a DVD or BD reading device.
2.2 Insert the Windows 8 Installation Disc* in your DVD or BD reading device. Wait for the AutoPlay windows to pop up. Click “Run setup.exe” to continue.


You should obtain this installation disc though Microsoft Windows 8 Upgrade Program or a direct purchase of the retail box package. GIGABYTE will NOT deliver such disc to consumers.
2.3 Windows 8 Installation will be prepared.

2.4 Before the installation, Windows will require you to type in the product Key. You should find your product key in your disc package. (If not, please contact your disc providers.)

2.5 Check the “I accept the license terms” to continue.

2.6 Choose what kind of upgrade you want and click “Next”. Please plug your AC adaptor to proceed. Please DO NOT take out the disc from DVD player before the installation is completed.

2.7 Windows will check if your system is ready to upgrade.

2.8 Windows will notice if any Microsoft program is not yet compatible with Windows 8.

2.9 Uninstall the program and follow instruction by Windows 8 setup.

 
Step 3 Complete the Windows 8 Installation
3.1 According the upgrade type you choose at step 2.6, windows may (not) direct you to personalize setup.

3.2 Once the Windows 8 desktop shows, your upgrade is complete.

Welcome to Windows 8!

how to fix scratched dvd

Step 1: Scratched CD's/ DVD's

You’ve probably seen other videos that show you how to repair CDs and DVDs. But I’m going to show you the best, tried, and true method.

Here’s a DVD that’s so badly scratched, it won’t even play.

Step 2: Method

Now, in the method you want to use toothpaste, but not the gel type. Just use the regular old toothpaste. Get this toothpaste and squeeze a bit of toothpaste on one spot on the DVD.

Use a soft cloth and begin moving the toothpaste in circular motions around the outside of the disc spreading the paste evenly.

As you go back and forth, begin applying more pressure. Continue to do this until the paste is almost dry. Then rinse the excess paste off the DVD with waterand then dry the disc with your cloth.

Step 3: The Secret

Now here’s the secret; it's called Calmar based car polish. It will make your CD or DVD play as good as new. Just wipe the car polish on the DVD, let it dry, and then polish iit up.

I’m not just going to show you a clean disc. I’m actually going to prove that this works. You can see how clean this badly scratched DVD now looks.

How to fix web pages that print too small

How to fix Web pages that print too small

Reader Tammy wrote in with this hassle:
"Whenever I try to print a page from the Internet, the size of the print and the photos is extremely small and difficult to read. I do not have this problem with Word documents."
Tammy says she uses Windows 8, but neglected to specify which browser--so I'm going to assume Internet Explorer.
Let me be the first to note that Internet Explorer can be terrible when it comes to printing. On my Windows 8 system, for example, I went to any number of pages on Microsoft's MSN (the default site for IE), then loaded Print Preview. The result every single time: several pages of little more than links, with none of the actual text of the story I was viewing.
But that's not Tammy's issue. (It's Microsoft's. And it's ridiculous.) When printed Web pages come out too small, the likely culprit is the Shrink to Fit option, which Internet Explorer uses by default to try to squeeze all the elements of a Web page onto a sheet of paper--often at the expense of proper sizing.
Thankfully, it's easy enough to fix. Here's how:
1. In Internet Explorer, while viewing the page you want to print, click the little gear icon in the upper-right corner, then choose Print, Print Preview.
2. In the preview window that appears, notice that in the toolbar's print-size selector, the default setting is Shrink to Fit. Click that pull-down and choose 100%.
3. Now you should see bigger text and photos. If everything looks good, go ahead and click the printer icon to proceed with printing. If not, click the selector again and choose a different zoom setting.
It's worth noting that your printer drivers might be a factor here as well. If you press Ctrl-P and access the printer's properties/settings, you can look for a zoom setting that might be overriding the browser's settings.
You may also want to look for a Print or "printer-friendly" option on the page you're viewing, which will usually strip away the extraneous graphics, ads, and whatnot that can fudge up the formatting (and cause smaller-than-desirable print).
Finally, if you're a Chrome user, check out the Print Friendly extension, which gives you much greater control over all the Web pages you print.
Contributing Editor Rick Broida writes about business and consumer technology. Ask for help with your PC hassles at hasslefree@pcworld.com, or try the treasure trove of helpful folks in the PCWorld ForumsSign up to have the Hassle-Free PC newsletter e-mailed to you each week.