Jumat, 17 Mei 2013

Direct speech - indirect speech

Direct Speech - Indirect Speech



He said, “The sun rises in the east” - He said that the sun rises in the east
Dalam reported speech, bila present tense diubah ke dalam past tense dengan peraturan I, kata sifat, kata kerja atau kata keterangan umumnya diubah:
 
Direct Speech
this = ini
these = ini
come = datang
here = di sini, ke sini
hence = dari sini
hither = ke tempat ini
ago = yang lalu
now = sekarang
today = hari ini
tomorrow = besok
yesterday = kemarin
last night = tadi malam
next week = minggu depan
thus = begini
contoh :
He said, “I will come here”.
Indirect Speech
that = itu
those = itu
go = pergi
there = di sana, ke sana
thence = dari sana
thither = ke tempat itu
before = lebih dahulu
then = pada waktu itu
that day = hari itu
next day = hari berikutnya
the previous day = sehari sebelumnya
the previous night = semalam sebelumnya
the following week = minggu berikutnya
so = begitu
He said that he would go there
Akan tetapi kalau this, here, now dan sebagainya menunjukan pada benda, tempat atau waktu ketika berbicara, maka tidak dilakukan perubahan.
Agus said, “This is my pen”. - Agus said that this was his pen
(ketika berbicara pena berada di tangan pembicara)
Peraturan II
1) Bila reported speech kalimat berita
Dengan peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapan saja ini terjadi, bentuk waktu dari kata kerja dalam reported speech tidak diubah sama sekali dalam mengubah direct menjadi indirect speech.
Reporting verb - Reported speech
Present tense - Any tense (bentuk waktu apapun)
Direct : She says to her friend, ” I have been writing “.
Indirect : She says to her friend that he has been writing. (tidak berubah)
Direct : She has told you, ” I am reading “.
Indirect : She has told you that he is reading. (tidak berubah)
Direct : She will say, ” You have done wrongly “.
Indirect : She will tell you that you have done wrongly. (tidak berubah)
Direct : She will say,” The boy wasn’t lazy “.
Indirect : She will tell them that the boy wasn’t lazy. (tidak berubah)
2) Bila reported speech merupakan kalimat tanya
a) Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata tanya dan mengubah tenses jika pertanyaannya dimulai dengan kata tanya diberitakan.
Direct
He said to me, “Where are you going?”
He said to me, “What are you doing?”
Indirect
He asked me where I was going
He inquired of me what I was doing
b) Dengan menggunakan if atau whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengubah tenses, jika pertanyaannya dimulai dengan kata kerja diberitakan :
Direct
He said to me, “Are you going
away today?”
He asked me , “can you come along?”
Indirect
He asked me whether I was
going away that day.
He asked me if I could come along.
3) Kalimat perintah (imperative sentences)
Bila reported speech merupakan kalimat perintah, reporting verb say atau tell harus diubah menjadi kata kerja tertentu yang menandakan :
· command (perintah), misalnya ordered, commanded, dsb yang berarti menyuruh, memerintahkan.
· precept (petunjuk, bimbingan, didikan), misalnya advised yang berarti menasehati.
· request (permohonan), misalnya asked yang berarti meminta, memohon.
· entreaty (permohonan yang sangat mendesak), misalnya begged yang berarti meminta, memohon (dengan sangat).
· prohibition (larangan), misalnya forbade yang berarti melarang.
Dalam perubahannya dari kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, modus imperatif harus diganti dengan infinitif. Tegasnya, reported verb (kata kerja yang diberitakan atau kata kerja dalam reported speech) harus diubah menjadi infinitive with to.
a) Command :
Direct: He said to his servant, “Go away at once!”
Indirect:He ordered his servant to go away at once
b) Precept :
Direct: She said to her son, “Study hard!”
Indirect: He advised her son to study hard
c) Request :
Direct: He said to his friend, “Please lend me your pen!”
Indirect: He asked his friend to be kind enough to lend him his pencil
d) Entreaty :
Direct: He said to his master, “Pardon me, sir”

Rabu, 17 April 2013

Visi dan Misi koperasi

VISI :
Terwujudnya Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Industri dan Perdagangan menjadi lembaga yang tumbuh dan berkembang secara sehat, tangguh dan mandiri engan tingkat dan daya saing yang tinggi sehingga dapat berperan sebagai pelaku utama dalam perekonomian Kota Batu yang bertumpu bpada mekanisme pasar yang berkeadilan dan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat
MISI :
Memperdayakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan professional yaitu :
  1. Meningkatkan kelembagaan, lapangan kerja, Lapangan usaha bidang koperasi, usaha kecil menengah, perindustrian dan perdagangan
  2. Memantapkan ketertiban jaringan usaha?kemitraan dan pendapatan masyarakat lebih merata bidang koperasi, usaha kecil menengah, perindustrian dan perdagangan
  3. Mendorong kelompok – kelompok usaha sejenis yang tumbuh berkembang di masyarakat untuk bergabung dalam wadah lembaga koperasi
  4. Meningkatkan jiwa kewira usahaan yang sehat,tangguh dan mandiri serta memiliki daya saing yang tinggi dilingkungan gerakan koperasi, usaha kecil menengah, perindustrian dan perdagangan
  5. Meiningkatkan pembangunan berkelanjutan dan wawasan lingkungan serta menciptakan peluang ekspor

Kalimat aktif dan pasif

KALIMAT PASIF DALAM BAHASA INGGRIS

KATA PASIF DALAM BAHASA INGGRIS

Bahasa inggris adalah bahasa yang menarik dari struktur yang di gunakan nya. Salah satu perbedaan bahasa inggris dengan bahasa indonesia adalah bentuk tense. Karena memiliki perbedaan yakni adanya berbagai macam bentuk tense yang dalam bahasa indonesia tidak ada, maka hal ini menyebabkan kesulitan/masalah dalam pembelajaran bahasa inggris. Dalam bahasa inggris terdapat berbagai macam tense dalam suatu kalimat bahasa inggris yaitu present & past tense, present & past continues, present & past perfect, present & past future dan sebagainya. Sebagaimana yang telah di sampaikan, bahwa untuk mengungkapkan baik lisan maupun tulisan kaimat bahasa inggris secara benar dari segi tensisnya maka mau tidak mau pembelajar harus mengetahui kata – kata kerja yang masuk dalam kerja bentuk pertama / V1, bentuk kedua / V2 & bentuk ketiga / V3. Selain itu memahami rumus masing – masing kalimat yang berisi tensis yang berbeda memudahkan kita untuk mengungkapkan kalimat bahasa inggris, baik kalimat aktif maupun kalimat pasif.
Kalimat pasif bahasa inggris itu ada karna adanya kalimat bahasa inggris aktif baik yang sudah dinyatakan secara lisan / tertulis maupun hanya dalam pikiran. Kalimat aktif yang di maksud adalah kalimat yang kata kerjanya adalah kata kerja positif yaitu kata kerja yang di ikuti oleh objek atau benda. Jadi kata kerja yang bukan kata kerja transitif tidak bisa diubah menjadi kata kerja pasif, misalnya: kata kerja intransitif seperti swim, walk, run.
Pada bahasa Inggris bentuk pasif ditandai dengan to be + V3.To be dalam setiap kalimat berbeda-beda, tergantung tenses kalimat tersebut.

1.

Present simple
Rumus: S

+ am/is/are + V3 + O + Adv.
Contoh:Active : Somebody holds a ceremony.Passive : A ceremony
is held by
somebody.


2.

Past simple

Rumus: S + was/were + V3 + O + Adv.
Contoh:Active : The King of Majapahit built the castle.Passive : The castle
was built by
the King of Majapahit

3.

Simple Perfect
Rumus: S + has/have + been + V3 + O + Adv
Contoh:Active: I have finished the assignment.Passive: The assignment
has been finishedby me atau The assignment has been finished.
(tanpa objek)

4.

Simple Future
Rumus: S + will / shall + be + V3 + O + Adv
Contoh:Active: My mother will cook the fried chicken for me.Passive: The fried chicken will be cooked for me atau The fried chicken will be cooked for me by my mother.Passive voice juga bisa dibentuk dari tenses lainnya, yang akan dipelajari pada tingkatan yanglebih tinggi. Perbedaannya hanya terletak pada
to be kalimat tersebut.Ingat, dalam membuat passive voice, to be harus sesuai dengan jenis kalimat (tensesnya).

Dengan demikian syarat mutlak untuk membuat kalimat pasif adalah adanya kalimat aktif yang berisikan kata kerja transitif. Selanjutnya dalam soal bahasa inggris seringkali kalimat aktif di ubah menjadi kalimat pasif atau sebaliknya dari kalimat pasif ke kalimat aktif. Agar lebih berhasil dalam pengubahan kalimat ini maka harus di ketahui terlebih dahulu bentuk kata kerja ( teratur / tidak beraturan ) yang masuk dalam V1, V2, & V3. Selebihnya adalah rumus yang merupakan wujud pendek dalam suatu kalimat yang berisi tensis yang berbeda. Jadi belajar bahasa inggris sebenarnya menarik,

Rabu, 27 Maret 2013

Conditional Sentence


Conditional Sentence
Conditional sentence merupakan complex sentence (kalimat kompleks) yang terdiri dari subordinate clause berupa pernyataan unreal (tidak ada kemungkinan terwujud) atau hypothetical (ada kemungkinan terwujud) dan main clause berupa result consequence (hasil / konsekuensi). Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat di If Conditional Sentence.

Pengertian Conditional Type 1

Conditional type 1 adalah kalimat pengandaian yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya realistik untuk dipenuhi di masa depan.

Rumus Conditional Type 1

Rumus kalimat pengandaian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut di bawah ini.
if + condition, result/consequence
if + simple present, will + bare infinitive

atau rumus tanpa menggunakan koma:
result/consequence + if + condition
will + bare infinitive + if + simple present

Negatif if + condition

Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Contoh Conditional Type 1

Beberapa contoh conditional type 1 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Kalimat
Contoh conditional type 1 dengan koma
Contoh conditional type 1 tanpa koma
(+)
If I have free time, I will go swimming.
I will go swimming if I have free time.
If the bell rings, I’ll go home.
I’ll go home if the bell rings.
(-)
If you do not finish your homework, your teacher will be angry.
Your teacher will be angry if you do not finish your homework.
If he doesn’t come, I won’t be angry.
I won’t be angry if he doesn’t come.
Unless he comes, I will not be angry.
I will not be angry unless he comes.
If he comes, I won’t be angry.
I won’t be angry if he comes.
(?)
If they invite you, will you come?
Will you come if they invite you?
Sampai disini penjelasan tentang conditional type 1. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurangan. Feel free to comment! :)

Conditional Type 2

Pengertian Conditional Type 2

Conditional type 2 adalah kalimat pengandaian yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak memiliki atau hanya sedikit kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya tidak mungkin dipenuhi dimasa sekarang (present unreal situation) atau condition-nya sulit untuk dipenuhi di masa depan (unlikely to happen).

Rumus Conditional Type 2

Rumus kalimat pengandaian ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
if + condition, result/consequence
if + simple past, would/could/might + bare infinitive

atau rumus tanpa menggunakan koma:
result/consequence + if + condition
would/could/might + bare infinitive + if + simple past

Negatif if + condition

Rumus: if…not dapat digantikan dengan unless.

Were Menggantikan Was

Pada conditional type 2, were digunakan menggantikan was meskipun subjek yang digunakan merupakan pronoun: she, he, it, maupun kata benda tunggal. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pengandaiannya benar-benar hanya berupa khayalan semata karena tidak condition-nya tidak mungkin dipenuhi (present unreal situation).
if + condition, result/consequence
if + S + were, would (could/might) + bare infinitive

Contoh Conditional Type 2

Beberapa conditional type 2 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut di bawah ini.
Kal.
Contoh Conditional type 2 dengan koma
Contoh Conditional type 2 tanpa koma
Keterangan
(+)
If it rained tomorrow, I would sleep all day.
(Jika besok hujan, saya akan tidur sepanjang hari.)
He would sleep all day if it rained tomorrow.
but I don’t have much hope it will rain
(tapi saya tidak punya cukup keyakinan bahwa besok akan hujan)
If Nisa studied hard, she would pass.
(Jika Nisa belajar keras, dia akan lulus.)
Nisa would pass if she studied hard.
but Nisa doesn’t study hard
(tapi Nisa tidak belajar keras.)
If I had much money, I would buy a sport car.
(Jika saya punya banyak uang, saya akan membeli sebuah mobil sport.)
I would buy a sport car if I had much money.
but I don’t have much money
(tapi saya tidak punya banyak uang)
If I were a millionaire, I would donate my money to charity.
(Jika saya seorang millionaire, saya akan mendonasikan uang saya untuk amal.)
I would donate my money to charity if I were a millionaire.
but I’m not a millionaire
(tapi saya bukan seorang milioner)
(-)
If Nisa didn’t study hard, she wouldn’t be passed.
(Jika Nisa tidak belajar keras, dia tidak akan lulus.)
Nisa wouldn’t be passed if she didn’t study hard.
but Nisa studies hard
(tapi Nisa belajar keras)
If Nisa studied hard, she wouldn’t fail.
(Jika Nisa belajar keras, dia tidak akan gagal.)
Nisa wouldn’t fail if she studied hard.
-
If Nisa didn’t study hard, she would fail.
atau
Unless Nisa studied hard, she would fail.
(Jika Nisa tidak belajar keras, dia akan gagal.)
Nisa would fail If she didn’t study hard.
atau
Nisa would fail unless she studied hard.
-
If I were a millionaire, I wouldn’t donate my money to charity.
I wouldn’t donate my money to charity if I were a millionaire.
-
(?)
If Nisa didn’t study hard, would she fail?
Would Nisa fail if she didn’t study hard?
-
If I had much money, would I buy a sport car?
Would I buy a sport car if I had much money?
-
If I were a millionaire, would I donate my money to charity?
Would I donate my money to charity If I were a millionaire?
-




Conditional Type 3

Pengertian Conditional Type 3

Conditional type 3 adalah kalimat pengandaian yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) tidak ada kemungkinan untuk terwujud karena condition-nya harus sudah dipenuhi di masa lalu.

Rumus Conditional Type 3

Rumus kalimat pengandaian ini adalah sebagai berikut.
if + condition, result/consequence
if + past perfect, would/should/could/might + bare infinitive





atau rumus tanpa menggunakan tanda baca koma:
result/consequence + if + condition
would/should/could/might + bare infinitive + if + past perfect

Contoh Conditional Type 3

Beberapa contoh conditional type 3 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut di bawah ini.
Kalimat
Contoh Conditional type 3 dengan koma
Contoh Conditional type 3 tanpa koma
(+)
If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
I would have attended your party if you had remembered to invite me.
(-)
If the waitress had been careful, she wouldn’t have broke many plates.
She wouldn’t have broke many plates if the waitress had been careful.
(?)
If he had asked for forgiveness, would you have forgived him?
Would you have forgived him if he had asked for forgiveness?

Fact , Function , Pola

Ungkapan mengakui fakta (Admitting facts):
* Yes, that's right.
 * Absolutely.
 * That's it. Ungkapan menyangkal fakta (Denying facts)
 * No, it isn't, actually.
* I'm afraid that's wrong.




Contoh:
  1. If the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching about. (Jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching about.
  2. He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.
  3. If I had a pair of wings, I would fly high. (Jika saya punya sepasang sayap, saya mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly high.

RUMUS PAST PERFECT TENSE
Past Perfect Tense mirip dengan Present Perfect Tense hanya saja beda di waktunya saja. Penekannya pada PERFECT-nya itu, usainya itu. Agar lebih jelas saya ulang sedikit tentang Present Perfect Tense dulu ya.
PRESENT Perfect Tense mengenai suatu kejadian atau peristiwa yang SELESAI (sempurna, perfect) saat ini, contohnya: She has just gone (Dia baru saja pergi).
Nah PAST Perfect Tense adalah bentuk lampau (Past) dari Present Perfect Tense itu, makanya disebut Past Perfect Tense, sama-sama Perfectnya! Jelas ya? Kalau Present Perfect Tense menggunakan rumus S + Have/has + V3 maka Past Perfect Tense menggunakan bentuk lampau dari Has/has yaitu “HAD”.
Rumus Past Perfect Tense
Positif: S + had + V3
Negatif: S + had + not + V3
Tanya: Had + S + V3
 
Contoh kalimatnya:
-I had gone When He arrived at my home

“I had gone” adalah Past Perfect Tense, dengan subjectnya adalah I. Lihat ada “had” nya, dan kata kerja bentuk ketiganya (V3) adalah gone. Sesuai rumusnya S + had + V3. Kalimat pembandingnya adalah bentuk past tense: “When He arrived at my home”.
Contoh kalimat lainnya:
I had written 3 articles when you visited my blog for the first time.

 




Rabu, 20 Maret 2013

Maicih

Logo Maicih bambangworld.blogspot.com 

Profil Produk
1. Keripik singkong pedas ( level 3,5,10)
2. Baso Goreng
3. Gurilem
4. Seblak


Profil Bisnis
Dengan Tagline : “ For Ichiher With Love “ maicih ingin tampul dekat dengan para penggemarnya, selalu memanjakan penggemarnya di seantero nusantara dengan cita rasa yang berkualitas.
Awal Usaha :
·         Dimulai pada pertengahan 2010
·         Dengan modal 15 juta
·         Produksi 50 bungkus per hari
·         Varian awal yang keluar keripik dan gurilem
·         Memproduksi level 1 sampai level 5
·         Dipasarkan dengan cara kelililing



Maicih Masa Kini
·         Membuat varian sampai level 10
·         Demand konsumen sangat tinggi
·         Kapasitas produksi hingga kini 2000 bungkus / hari
·         Omset per bulan 800 – 900 Juta ( ± 30 jt / day )
·         Memiliki 20-an jenderal as a marketer
·         Pemasaran di Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, dll melalui jenderal
·         Pegawai Produksi yang dimiliki 30-an
Logo Maicih baru bambangworld.blogspot.com

Belum genap setahun, 'keripik setan' bermerek Maicih menjadi ikon jajanan yang fenomenal di Bandung. Bak tersihir, saat ini banyak orang yang penasaran akan cemilan pedas yang satu ini. Sosok dibalik kesuksesan Maicih adalah Reza Nurhilman atau yang akran disapa Axl. Laki-laki berumur 23 tahun inilah yang menemukan resep keripik dari seorang nenek-nenek.Axl bertemu sosok emak-emak (Nenek-nenek )  yang memang mempunyai resep keripik lada atau keripik setan yang rasanya enak. Sosok emak-emak tersebut bukan bernama Maicih. Axl sendiri membuat nama tersebut agar lebih nyeleneh dan mudah diingat orang. Sosok emak-emak ini identik dengan ke-icihan. Dia pake selalu pakai ciput. Nama aslinya bukan Mak Icih, biar nyeleneh saja jadi beri nama Maicih. Pertemuan Axl dengan Si Emak tersebut terjadi sekitar 3 tahun lalu di daerah Cimahi. Menurut Axl, Emak tersebut tidak menjual keripik setannya secara komersil. Keripik hanya diproduksi saat momen-momen tertentu saja. Sehingga pada tahun 2010.
Kunci sukses pada bisnis yang dilakukan Axl adalah terletak pada bagaimana cara dia berfikir “out of the box” . hal ini ternyata ampuh dilakukannya terbukti dengan usaha yang ia jalani sekarang sangat menjadi bahan perbincangan di kalangan anak muda. Orang penasaran ingin mencoba apa itu maicih, yang digembar-gemborkan orang di twitter. Axl suskses karena berkat ketekunan dan keyakinan nya akan bisnis yang ia jalankan. Menjadi sukses adalah kewajiban dan hak setiap orang. Suskes tidak mungkin datang sendiri , tetapi melalui sebuah perjuangan yang gigih pantang menyerah. Suatu kegagalan itu adalah sangat wajar , orang mengalami kegagalan belum berarti dia menjadi orang yang gagal total, namun sesungguhnya ada hikmah dibalik semua itu yaitu Keberhasilan.

Kelebihan : Produk ini mempunyai ciri khas tersendiri dalam memasarkan produknya ,    seperti memakai ''level'' dalam tiap tiap produk keripik yang di produksi ( level 1 - 10 ) dari level terendah yang tidak terlalu pedas hingga level tertinggi yang pedas . Dengan trik pemasaran seperti ini cukup dapat menarik minat konsumen untuk mencoba produk tersebut .
 
Kelemahan :  Produk Maicih mengandalkan rasa penasaran ke pihak konsumen dengan menggunakan level , jika konsumen sudah merasakan semua level maka akan timbul sedikit perasaan bosan dan mungkin akan beralih / mencoba produk produk lain .

Selasa, 29 Januari 2013

Indonesia mengalami krisis pendidikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia mengalami krisis pendidikan dengan hasil pendidikan yang konsisten berada di peringkat bawah dalam beberapa riset internasional. Karena itu, pemerintah diminta untuk mengakaji secara serius dalam menemukan masalah mendasar yang terjadi antara kebijakan dengan praksis pendidikan di lapangan, termasuk di dalam ruang kelas.
"Hasil-hasil riset internasional yang penting seperti PISA dan TIMSS menunjukkan Indonesia konsisten di bawah dalam kemampuan siswa di bidang matematika, sains, dan membaca. Kenyataan ini seharusnya menumbuhkan sense of crisis kita soal pendidikan. Kita perlu meneropong apa yang terjadi di ruang kelas. Sebab, apa yang terjadi di lapangan adalah produk kebijakan pendidikan yang memang banyak bermasalah," kata Elin Driana, praktisi pendidikan yang mendalami bidang riset dan evaluasi di Jakarta, Minggu (28/1/2013).

Persoalan tersebut dalam focus group discussion dengan topik "Wajah Pendidikan Indonesia" yang dilaksanakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jakarta pekan ini. Ahmad Muchlis, pengajar Matematika di ITB, rendahnya kemampuan anak-anak Indonesia dalam pendidikan sains dan matematika berimplikasi pada tataran individu dan kolektif.

"Dalam pengambilan keputusan memilih perangkat teknologi, mislanya, lebih memilih pada tampilan dan harga dibandingkan kegunaan, dan juga rentan terhadap isu atau rumor. Secara kolektif, terjadi ketergantungan teknologi, serta sulit memecahkan masalah kesehatan dan lingkungan," kata Ahmad.

Wayan Mesinario, alumni ITB yang bergerak di bidang enegeri dan sumber daya mineral (ESDM), mengatakan pendidikan Indonesia masih lemah dalam menghasilkan entrepreneur yang berilmu dan berionovasi yang mampu menciptakan lapangan kerja. Padahal, pemerintah melalui pendidikan bisa merencanakan kebutuhan peneliti profesional, pekerja, perencana, eksekutor, pemelihara, operator, dan entrepreneur.

"Kami kesulitan mencari pelaku di bidang bisnis ESDM. Padahal potensinya luar biasa. Perguruan tinggi harus diarahkan untuk bisa menciptakan entrepreneur yang berilmu dan berinovasi, bukan sekadar berani jadi pekerja," kata Wayan.

Krisis bidang pendidikan yang dialami Indonesia ini dinilai juga akibat kondisi guru yang belum berkualitas. Apriliana, alumni ITB lainnya, mengatakan perbaikan pendidikan di Indonesia tidak menyasar pada fondasi utama yakni guru.

Saat ini, guru sudah tidak lagi menjadi hidden curriculum akibat kualitas penyiapan dan pendidikan guru yang memprihatinakan yang dimulai di tingkat dasar. Abah Rama, alumni ITB yang mendalami pemetaan talenta, mengatakan dari survei yang pernah dilakukan terhadap 1.400 guru di DKI Jakarta, hanya sekitar 25 persen yang bertalenta menjadi guru. "Jadi ada masalah dalam passion guru sendiri. Masalah ini perlu diperhatikan," kata Abah Rama.

Menurut Abah Rama, dalam pendidikan dewasa ini, kompetensi sikap memang yang terutama. Disusul keahlian dan pengetahuan, tergantung pekerjaannya. "Selanjutnya yang tak kalah penting dikembangkan kememapun untuk mengetahui talenta tiap orang, misal untuk mengetahui dalam menyiapkan pemimpin atau entrepreneur," ujarnya.

Djoko Santoso, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan yang juga mantan Rektor ITB mengatakan pendidikan Indonesia menghadapi tantangan untuk mampu menghasilkan lulusan yang mampu berpikir, bukan sekadar ingin cepat lulus dan mendapat gaji besar. "Kondisi pendidikan di Indonesia memang disparitasnya besar. Kita juga menghadapi tantangan untuk mengembangkan sains, teknik, dan pertanian yang dapat mendorong kemajuan bangsa," kata Djoko.

Dalam kaitan dengan pendidikan guru, kata Djoko, pemerintah mendorong keras lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) untuk meningkatkan kualitas. "Guru kita sekarang ini mengalami krisis kehilangan 'keguruannya'.Menjadi guru lebih dianggap sebagai pekerjaan dibandingkan panggilan dari hati," kata Djoko.

http://edukasi.kompas.com/read/2013/...campaign=Kknwp

ternyata permasalahan pendidikan di indonesia sungguh komplek, mulai dari kebijakan, guru, siswa, tentu ini berkaitan dengan sistem pendidikan yang diantara mereka tidak dapat di pisahkan, di satu sisi sub sistem baik dan mendukung namun di sisi lain ada sub sistem yang tidak mendukung, ini menyebabkan pendidikan berjalan pincang. terlebih lagi akhir-akhir ini profesi guru bukan di anggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, malah dengan iming-iming sertifikasi mereka berpola pikir sebagai pekerja untuk uang.

Sumber : Kaskus