Jumat, 12 Juni 2015

Persahabatan adalah hidup

ia mengalir di darahku
bergetar di nadiku
berirama dengan tiap detak jantung
persahabatan adalah kokoh

setegar batu karang
seperti tembok cina
meski raga tumbang
ia akan selalu tegak dalam dada yang memendam langit
nyanyian ini untukmu kawan

untuk setiap gelas yang tak sempat kau teguk
untuk kebahagiaan yang belum lama kau rasakan
dari luka yang panjang
nyanyian ini untukmu kawan
untuk setiap langkah yang kau jejakkan

pada jalan-jalan takdir yang menggurat di telapak kaki
untuk kebersamaan kita di detik terakhir
dan untuk semua kebisingan ini
persahabatan adalah nyanyian
ia mengaun dalam setiap desah nafasku
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat Sejati
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat Sejati
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf
Sahabat Sejati
Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu
Sahabat sejati menjadi bintang saat malam gelap
Menjadi jembatan untuk melangkah
Menjadi sayap untuk terbang
Menjadi senyuman saat kita bersedih
Terima kasih sahabat,
Engkaulah teman sejatiku
Menerpa angin menggantinya dengan pelangi
Mendung kian hilang
Karena hadirmu,
Sahabat - See more at: http://www.duniapuisi.com/2014/12/contoh-puisi-untuk-sahabat-sejati.html#sthash.nHw1wvve.dpuf

Langkah-langkah penyusunan tulisan ilmiah

Menurut Dr. Endang Danial AR, M.Pd. (2001:4) bahwa karya ilmiah adalah berbagai macam tulisan yang dilkukan oleh seseorang atau kelompok dengan menggunakan tata cara ilmiah selain itu Djuroto dan Bambang (2003:12-13) mengatakan bahwa karya tulis ilmiah adalah sesuatu tulisan yang membahas suatu masalah.

maka dalam pemaparan karya ilmiah harus berdasarkan pemikiran ilmiah juga. pemikiran ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris
* Logis artinya masuk akal
* Empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan (dapat dibuktikan)
jadi Karya Ilmiah adadalah :
Berbagai macam tulisan yang dilakuka oleh seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan tata cara ilmia yakni sistem penulisan yang didasarkan pada sistem, masalah, tujuan, teori dan data untuk memberikan alternatif pemecahan masalah tertentu
Langkah² menyusun karya ilmiah sebagai berikut :
1. Masalah
* Menentukan Masalah/topik
yaitu dengan dengan cara memilih secara teliti panduan pertanyaan :
o Apakah masalah berguna dan cukup penting di persoalkan
o Apakah membahas masalah ini akan menghasilkan sesuatu yang baru/konkrit
o Apakah masalah yang ditulis menarik perhatian dan minat penulis
o Apakah masalah yang dibahas cukup terbatas (tidak terlalu luas) agar dalam pengumpulan data informasi dan fakta yang spesifik
o Jika terlalu luas maka tidak akan terarah dan pembahasan menjadi dangkal
o Apakah untuk pembahasan tersedia dat, hal ini memungkinkan pelaksaan tindakan untuk pememcahan masalahanya
o Pembahasan perlu data dan kepustakaan yang cukup
o Apakah masalah yang ada dapat dipecahkan dengan fasilitas yang ada dan memapuan penulis.
* 4 hal yag harus dipenuhi agar masalah dapat dipilih
1. Sesuai dengan minat peneliti
o Minat : Tekun, tidak putus asa bila ada kendala
o Tidak minat : tidak bergairah, hasil menjadi kurang baik bahkan gagal
o Berkaitan dengan keahlian
o Secara etis di persyaratan penulisan karya ilmiah harus sesuai dengan bidang keahlian → lebih baik dan dapat dipertanggung jawabkan
2. Dapat Dilaksanakan
o Kemampuan peneliti → Penguasaan teori dan menguasai metode pemecahanan masalahnya
o Waktu yang cukup → bila waktu tidak cukup maka karya ilmiah tidak selesai
o Tenaga untuk melaksanaka :
* Membuat Proposal
* Mengumpulkan Data
*Mengolah Data
* Membuat Pembahasan
o Dana yang tersedia
3. Tersedia Faktor Pendukung
o Data Tersedia
o ada izin dari yang berwenang
4. Hasil Penelitian yang bermanfaat
o Bagi perkembangan ilmu pengetahuan
o masyarakat pada umumnya
* Sumber Masalah
1. Pengalaman dan pengamatan pribadi
2. Pengalaman orang lain
o Publikasi media cetak (buku, artikel, koran dll)
o Kuliah, ceramah, seminar dll.
3. Pengungkapan pengalaman dengan orang lain melalui wawancara
* Merumuskan Judul, mencakup:
1. Rancangan atau desain penelitian
2. Objek yang diteliti
3. Subjek yang diteliti
4. Lokasi
5. Waktu
2. Penelusuran Pustaka/Studi Kepustakaan
Sumber informasi :
* Tulisan : buku, majalah/jurnal
* Person : wawancara dengan orang ahli yang kompeten
* Tempat : museum, laboratorium
Sumber informasi tersebut dapat diperoleh dengan:
* Secara Primer : buku, penelitian, wawancara dengan ahli
* Secara Sekunder : terjemahan, rangkuman
* Secara Tersier : petunjuk untuk sumber primer dan sekunder (contoh: kamus)
3. Penyajian Karya Ilmiah
* Tepat, konsisten dan lengkapnya deskripsi data
* Kemampuan deskripsi data
* Tepat, konsisten dan lengkapnya analisa data
* Tepat dan lengkapnya kesimpulan setiap satuan dan keseluruhan analisa data
* Tepat dan jelasnya kesimpulan menjawab masalah penelitian/tujuan penulisan karya tulis : hipotesis yang diajukan
* Tepat dan mengena implikasi yang dikemukakan serta saran yang diberikan
* Tertata segala sesuatu, sifat penanganan penulisan yang bersungguh-sungguh
4. Contoh Karya Tulis Ilmiah
* Laporan Penelitian
Kunci dari laporan penelitian menurut Indra budi
1. Introduction
2. Rumusan masalah, literatur dan hipotesa
3. Methods
Sampling, desain dan prosedur serta pengukuran
4. Result
Statement of result tabel, figure
5. Conclusion, abstrack dan reference
ada beberapa jenis penyajian laporan penelitian diantaranya yaitu :
o Menurut Edward P.J. Corbett bentuk penyajian laporan resmi yaitu :
1. Surat Penyerahan
2. Halaman Judul
3. Daftar isi
4. Daftar Ilustrasi, bagan dan grafik
5. Sari Laporan (abstrak)
6. Pengantar Laporan
7. Batang Tubuh Laporan
8. Daftar Kesimpulan
9. Daftar Saran
10. Lampiran-lampiran
11. Daftar Bacaan/acuan
12. Indeks
o Menurut Slamet Suseno (Teknik Penulisan Ilmiah Populer) dalam penulisan laporan penelitian sebagai berikut :
1. Judul
2. Abstrak/sari
3. Pendahuluan
4. Tubuh Utama (bahan metode penelitian, uraian pelaksanaan)
5. Penutup utama (hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan saran ucapan terima kasih)
6. Referensi atau acuan
5. Format Umum Penulisan KTI
* Bagian Permulaan
1. Halaman Sampul
o Judul
o Jenis laporan (KTI, skripsi, tesis, disertasi)
o Nama, NIM Mahasiswa
o Lambang Institusi
o Nama Lengkap Universitas
2. Halaman logo
3. Halaman Judul (sama dengan halaman sampul)
Penulisan judul jika lebih dari 1 baris maka ditulis seperti piramida terbalik
4. Halaman Persetujuan
o Persetujuan Pembimbing
o Pengesahan untuk para penguji
5. Kata Pengantar
6. Ucapan Terimakasih
7. Abstrak
8. Daftar Isi
9. Daftar tabel, gambar dan lampiran
* Bagian Isi
1. Pendahuluan
o Latar belakang pengambilan topik
o Perumusan masalah
o Tujuan
*Umum
*Khusus
o Manfaat Penelitian
2. Kerangka Teori/Tinjauan Pustaka
3. Kerangka Konsep
o Diagram kerangka konsep
o Hipotesa
o Defenisi operasional
4. Metodologi Penelitian
o Rancangan/desain penelitian
o Populasi
o Pengambilan sampel
o Cara pengolahan data
5. Hasil Penelitian
o Penguraian hasil penelitian
6. Pembahasan
o Mebahas hasil penelelitian berdasarkan tinjauan kepustakaan yang telah dibuat
7. Kesimpulan
8. Saran
Demikian langkah-langkah Penyusunan Karya Ilmiah, dan disini ada beberap tips dalam menulis :
1. Lihat tulisan orang lain yang sejenis dalam menuangkan ide atau gagasan ke dalam tulisan
2. Simaklah kalimat orang lain tersebut baik untuk dijadikan contoh lalu dituliskan dengan kata sendiri
3. biarlah dulu masalah tata bahasa dan gaya bahasa, yang penting mulai menulis samapi selesai satu pargrarf
4. jangan takut memasukkan segala bahan, informasi, tabel gagasan, argumentasi dan kesimpulan sementara kedalam draff tulisan
5. Pengalaman menunjujkkan bahwa lebih mudah menghapus dan mengurangi dari pada menambahkan sesuatu kemudian.

Sumber : http://askep-askeb.blogspot.com/2009/07/langkah-langkah-penyusunan-karya-ilmiah.html

Jumat, 08 Mei 2015

Karangan ilmiah, semi ilmiah dan non ilmiah

Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikanya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami. Dalam artikel ini akan dibahas tentang 3 jenis karangan, yaitu: karangan ilmiah, karangan non ilmiah, dan karangan semi ilmiah. Berikut ini penjelasannya.

1. Karangan ilmiah

      Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
      Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
      Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Tujuan karya ilmiah, antara lain:
  • Sebagai wahana melatih mengungkapkan pemikiran atau hasil penelitiannya dalam bentuk tulisan ilmiah yang sistematis dan metodologis.
  • Menumbuhkan etos ilmiah di kalangan mahasiswa, sehingga tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan karya tulis dalam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian studinya.
  • Karya ilmiah yang telah ditulis itu diharapkan menjadi wahana transformasi pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat, atau orang-orang yang berminat membacanya.
  • Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam bentuk karya ilmiah setelah yang bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan dari jurusannya.
  • Melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut:
  • Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
  • Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber;
  • Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
  • Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
  • Memperoleh kepuasan intelektual;
  • Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
  • Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya

2. Karangan Non Ilmiah

      Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
  • Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
  • Fakta yang disimpulkan subyektif,
  • Gaya bahasa konotatif dan populer,
  • Tidak memuat hipotesis,
  • Penyajian dibarengi dengan sejarah,
  • Bersifat imajinatif,
  • Situasi didramatisir,
  • Bersifat persuasif.
  • Tanpa dukungan bukti
Jenis-jenis yang termasuk karya non-ilmiah, yaitu:
  • Dongeng
  • Cerpen
  • Novel
  • Drama
  • Roman

3. Karangan Semi Ilmiah (Populer)

      Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Nonilmiah
      Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
  1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
  2. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
  3. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
      Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terdapat juga karangan yang berbentuk semiilmiah/ilmiah populer. Sebagian ahli bahasa membedakan dengan tegas antara karangan semiilmiah ini dengan karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza (2005:193) menyebutkan bahwa karakteristik yang membedakan antara karangan semiilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah pada pemakaian bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika dalam karangan ilmiah digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semiilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semiilmiah lebih mengutamakan pemakaian istilah-istilah umum daripada istilah-istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi sistematika penulisan, karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan dengan kodifikasi secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semiilmiah agak longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karangan semiilmiah.
      Berdasarkan karakteristik karangan ilmiah, semiilmiah, dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, yang tergolong dalam karangan ilmiah adalah laporan, makalah, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semiilmiah antara lain artikel, feature, kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah adalah anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama.
      Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat, antara lain :
  1. Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
  2. Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative
  3. Deskriptif : merupakan pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan
  4. Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti.

Perbedaan Karya Ilmiah dengan Semi ilmiah
      “Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir” adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika Anda menulis.
Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.
Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter).
      Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.

Sumber:
  1. http://ami26chan.wordpress.com/2011/03/08/karya-non-ilmiah/
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/ 
  3. http://rachmandianto.blog.com/2011/05/25/tulisan-%E2%80%9Cperbedaan-karangan-ilmiah-semi-ilmiah-dan-non-ilmiah%E2%80%9D/ 
  4. http://nadiachya.blogspot.com/2012/04/perbedaan-antara-karangan-ilmiah-non.html

Kamis, 02 April 2015

Berfikir deduktif

Deduksi berasal dari bahasa Inggris deduction yang berarti penarikan kesimpulan dari keadaan-keadaan yang umum, menemukan yang khusus dari yang umum. Deduksi adalah cara berpikir yang di tangkap atau di ambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus.
Dalam deduktif telah diketahui kebenarannya secara umum, kemudian bergerak menuju pengetahuan baru tentang kasus-kasus atau gejala-gejala khusus atau individual. Jadi deduksi adalah proses berfikir yang bertolak dari sesuatu yang umum (prinsip, hukum, toeri, keyakinan) menuju hal khusus. Berdasarkan sesuatu yang umum itu ditariklah kesimpulan tentang hal-hal yang khusus yang merupakan bagian dari kasus atau peristiwa itu.
Contoh :
Semua mahluk akan mati.
Manusia adalah mahluk.
Karena itu semua manusia akan mati.
Contoh di atas merupakan bentuk penalaran deduktif. proses penalaran itu berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, generalisasi sebagai pangkal tolak. Kedua, penerapan atau perincian generalisasi melalui kasus tertentu. Ketiga, kesimpulan deduktif yang berlaku bagi kasus khusus itu. Deduksi menggunakan silogisme dan entimem.
Dapat disimpulkan secara lebih spesifik bahwa argumen berpikir deduktif dapat dibuktikan kebenarannya. Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif bergantung pada dua hal, yaitu kesahihan bentuk argumen berdasarkan prinsip dan hukumnya; dan kebenaran isi premisnya berdasarkan realitas. Sebuah argumen deduktif tetap dapat dikatakan benar berdasarkan bentuknya, meskipun isinya tidak sesuai dengan realitas yang ada; atau isi argumen deduktif benar menurut realitas meskipun secara bentuk ia tidak benar. 
Dalam deduktif uraian mengenai proses berpikir antara lain 

1. Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
   Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
   Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
∴ Akasia membutuhkan air (Konklusi)
Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
  • Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:
   Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
   Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
∴ Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).
  • Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.
Contoh:
   Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
   Sebagian pejabat korupsi (minor).
∴ Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).
  • Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.
Contoh:
   Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
   Bambang adalah politikus (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).
  • Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.
Contoh:
   Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
   Kucing bukan bunga mawar (premis 2).
Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan
  • Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.
  • Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.
Contoh:
   Kerbau adalah binatang.(premis 1)
   Kambing bukan kerbau.(premis 2)
∴ Kambing bukan binatang ?
Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif
  • Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.
Contoh:
   Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
   Januari adalah bulan.(minor)
∴ Januari bersinar dilangit?
  • Silogisme harus terdiri tiga term, yaitu term subjek, predikat, dan term, tidak bisa diturunkan konklsinya.
Contoh:
   Kucing adalah binatang.(premis 1)
   Domba adalah binatang.(premis 2)
   Beringin adalah tumbuhan.(premis3)
   Sawo adalah tumbuhan.(premis4)
Dari premis tersebut tidak dapat diturunkan kesimpulannya

2. Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian adalah semacam pola penalaran deduktif yang mengandung hipotese. Silogisme hipotetis bertolak dari suatu pendirian, bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. Premis mayornya mengandung pernyataan yang bersifat hipotesis. Oleh karena sebab itu rumus proposisi mayor dari silogisme ini adalah:

Jika P, maka Q

Contoh :
Premis mayor : Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal.
Premis minor  : Hujan tidak turun.
Konklusi         : Sebab itu panen akan gagal.


3. Silogisme Alternatif

Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. 
Contoh:
   Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
∴ Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

4. Entimem
Silogisme sebagai suatu cara untuk menyatakan pikiran tampaknya bersifat artifisial. Dalam kehidupan sehari-hari biasanya silogisme itu muncul hanya dengan dua proposisi, salah satunya dihilangkan. Walaupun dihilangkan, proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran, dan dianggap diketahui pula oleh orang lain. Bentuk semacam ini dinamakan entimem yang berarti ‘simpan dalam ingatan’ dalam bahasa yunani. Dalam tulisan-tulisan bentuk inilah yang dipergunakan, dan bukan bentuk yang formal seperti silogisme.

Contoh :
Premis mayor   : Siapa saja yang dipilih mengikuti pertandingan Thomas Cup adalah Seorang pemain kawakan.
Premis minor   : Rudy Hartono terpilih untuk mengikuti pertandingan Thomas Cup.
Konklusi          : Sebab itu Rudy Hartono adalah seorang pemain (bulu tangkis) kawakan.
Entimem          : Rudy hartono adalah seorang pemain bulu tangkis kawakan, karena terpilih untuk mengikuti pertandingan Thomas Cup

SUMBER :
Keraf Gorys, Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Penerbit PT Gramedia, 1989.

http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme

http://obyramadhani.wordpress.com/2010/05/16/cara-berfikir-deduktif/